Materi Ajar: Speaker Aktif

1. Pengertian Speaker Aktif

Speaker aktif adalah sistem pengeras suara yang di dalamnya sudah terdapat penguat (amplifier) bawaan, sehingga dapat langsung dihubungkan ke sumber suara seperti HP, laptop, mixer, atau perangkat audio lainnya tanpa memerlukan amplifier eksternal.


Dengan kata lain, speaker aktif merupakan gabungan antara speaker pasif dan amplifier dalam satu unit.

2. Komponen Utama Speaker Aktif

  1. Catu Daya (Power Supply)
    Berfungsi untuk menyuplai tegangan ke semua rangkaian, terutama ke amplifier.
    Biasanya berupa adaptor DC atau trafo step-down dengan penyearah dan regulator.

  2. Penguat Daya (Power Amplifier)
    Berfungsi memperkuat sinyal audio dari sumber agar cukup kuat untuk menggerakkan speaker.
    Jenis yang sering digunakan:

    • IC TDA2030, TDA2050, LA4440, TDA7377, dsb.

    • Kelas penguat: Class A, B, AB, D (kelas D banyak dipakai karena efisien).

  3. Tone Control (Pengatur Nada)
    Digunakan untuk mengatur bass, treble, dan volume suara.
    Biasanya terdiri dari potensiometer dan rangkaian RC (Resistor–Kapasitor).

  4. Speaker (Driver Unit)
    Mengubah energi listrik menjadi getaran suara.
    Jenis driver:

    • Woofer → nada rendah (bass)

    • Midrange → nada tengah (vokal/instrumen)

    • Tweeter → nada tinggi (treble)

  5. Box atau Casing Speaker
    Dirancang agar suara lebih fokus dan resonansi terkontrol.
    Jenis box: sealed, bass reflex, horn, dll.

3. Prinsip Kerja Speaker Aktif

  1. Sinyal suara dari sumber (HP, laptop, mic, dsb) masuk ke input.

  2. Sinyal diperkuat oleh rangkaian pre-amplifier / tone control.

  3. Hasil keluaran diteruskan ke power amplifier untuk memperkuat arus.

  4. Sinyal kuat ini menggerakkan membran speaker, menghasilkan suara.

  5. Power supply memberikan energi listrik agar rangkaian bekerja.

Diagram Blok Kerja Speaker Aktif:

Sumber SuaraTone ControlPower AmplifierSpeakerSuaraPower Supply

4. Jenis-Jenis Speaker Aktif Berdasarkan Penggunaannya
Jenis Speaker AktifKeterangan
MultimediaDigunakan pada komputer, TV, atau HP. Daya kecil, suara cukup jernih.
Portable / Bluetooth SpeakerMemiliki baterai isi ulang dan koneksi nirkabel.
PA Speaker (Public Address)Daya besar, untuk panggung, aula, masjid, dsb.
Studio MonitorUntuk rekaman audio, suaranya datar dan akurat.
Home Theater SpeakerDigunakan untuk hiburan rumah dengan efek surround.

5. Perawatan dan Pemeliharaan
  • Jangan digunakan pada volume maksimal terus-menerus.

  • Hindari kontak langsung dengan air dan debu.

  • Pastikan ventilasi tidak tertutup (menghindari panas berlebih).

  • Bersihkan potensio dan jack secara berkala.

  • Gunakan tegangan sesuai spesifikasi (misalnya 12V DC atau 220V AC).


6. Kelebihan dan Kekurangan

KelebihanKekurangan
Praktis, tidak butuh amplifier terpisahJika salah satu rangkaian rusak (amplifier/speaker), sulit dipisahkan
Harga relatif terjangkauDaya dan kualitas tergantung IC amplifier
Cocok untuk penggunaan rumahanPerawatan lebih sulit karena komponen padat


7. Contoh IC Power Amplifier yang Sering Digunakan
ICTegangan KerjaDaya Keluaran (per channel)
TDA203012–18V DC14W
LA444012V DC6W + 6W (Stereo)
TDA737712–18V DC2×30W (Stereo)
TDA729712–18V DC2×15W
TDA205018–25V DC25W

8. Contoh Soal Evaluasi
  1. Jelaskan perbedaan antara speaker aktif dan speaker pasif!

  2. Sebutkan fungsi tone control dalam speaker aktif!

  3. Apa yang terjadi jika power supply tidak stabil pada speaker aktif?

  4. Sebutkan 3 jenis speaker berdasarkan frekuensi kerjanya!

  5. Mengapa IC kelas D banyak digunakan pada speaker portable modern?

No comments:

Post a Comment

LKPD PKK

  PROSEDUR PEMBUATAN CELENGAN SEDERHANA A. Tujuan Membuat celengan sederhana sebagai tempat menyimpan uang dari bahan bekas atau bahan y...