LKPD (LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK)

Mata Pelajaran : Teknik Audio Video (TAV)

Materi : Sistem Audio Mobil

Kelas/Semester : X / Ganjil

 

A. Identitas Peserta Didik

Nama : ………………………………………

Kelas : ………………………………………

Tanggal : ………………………………………

 

B. Tujuan Kegiatan

Setelah mengerjakan LKPD ini, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mengidentifikasi komponen sistem audio mobil.
  2. Menjelaskan fungsi masing-masing komponen audio mobil.
  3. Memahami alur kerja sistem audio mobil.
  4. Menunjukkan sikap kerja yang memperhatikan K3.

 

C. Alat dan Bahan (Simulasi / Pengamatan)

  1. Gambar sistem audio mobil
  2. Buku/modul audio mobil
  3. Alat tulis

 

D. Petunjuk Kerja

  1. Bacalah materi sistem audio mobil dengan seksama.
  2. Amati gambar/ilustrasi sistem audio mobil yang disediakan guru.
  3. Diskusikan dengan kelompok.
  4. Jawablah pertanyaan dengan benar dan jelas.

 

E. Kegiatan 1 – Identifikasi Komponen

Lengkapilah tabel berikut!

No

Komponen Audio Mobil

Fungsi

1

Head Unit

2

Amplifier

3

Speaker

4

Subwoofer

5

Crossover

 

F. Kegiatan 2 – Alur Kerja Sistem Audio Mobil

Jelaskan secara singkat alur kerja sistem audio mobil mulai dari sumber suara hingga keluar melalui speaker!

Jawaban:
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………

G. Kegiatan 3 – Keselamatan Kerja (K3)

Tuliskan minimal 3 aturan K3 dalam pemasangan audio mobil!

  1. …………………………………………………………………………………
  2. …………………………………………………………………………………
  3. …………………………………………………………………………………

 

SOAL EVALUASI

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling benar!

  1. Komponen yang berfungsi sebagai pusat kontrol audio mobil adalah …
    A. Speaker
    B. Amplifier
    C. Head Unit
    D. Subwoofer
  2. Alat yang berfungsi memperkuat sinyal audio sebelum ke speaker disebut …
    A. Crossover
    B. Amplifier
    C. Equalizer
    D. Tweeter
  3. Speaker yang khusus menghasilkan suara frekuensi rendah adalah …
    A. Tweeter
    B. Midrange
    C. Full range
    D. Subwoofer
  4. Tegangan listrik yang digunakan pada sistem audio mobil adalah …
    A. 5 V DC
    B. 9 V DC
    C. 12 V DC
    D. 220 V AC
  5. Fungsi utama crossover adalah …
    A. Memperbesar daya listrik
    B. Mengatur volume suara
    C. Membagi frekuensi suara
    D. Menyimpan daya listrik

 

B. Essay

  1. Jelaskan fungsi amplifier pada sistem audio mobil!
  2. Sebutkan dan jelaskan 3 komponen utama sistem audio mobil!
  3. Mengapa sistem grounding sangat penting pada audio mobil?
  4. Jelaskan langkah singkat pemasangan audio mobil!
  5. Apa yang dimaksud dengan K3 dalam instalasi audio mobil?

Materi Sistem Instalasi Audio Rumah

Sistem Instalasi Audio Rumah

A. Pendahuluan

Sistem instalasi audio rumah adalah rangkaian perangkat dan pengkabelan yang digunakan untuk menghasilkan dan mendistribusikan suara di dalam rumah dengan kualitas yang baik, aman, dan efisien. Sistem ini banyak digunakan pada ruang tamu, ruang keluarga, ruang ibadah, maupun ruang hiburan (home theater).

B. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:

  • Menjelaskan pengertian sistem instalasi audio rumah.
  • Mengidentifikasi komponen-komponen instalasi audio rumah.
  • Menjelaskan fungsi masing-masing komponen audio.
  • Memahami prinsip dasar pengkabelan audio rumah.
  • Menerapkan instalasi audio rumah sederhana secara aman.

C. Pengertian Sistem Instalasi Audio Rumah

Sistem instalasi audio rumah adalah sistem tata suara skala kecil–menengah yang dirancang untuk penggunaan dalam ruangan rumah, dengan fokus pada kejernihan suara, kenyamanan, dan keselamatan pengguna.

D. Komponen Sistem Instalasi Audio Rumah

Sumber Audio (Audio Source)

Perangkat yang menghasilkan sinyal suara, seperti:

  1. Televisi
  2. Smartphone
  3. Laptop/PC
  4. DVD/MP3 Player
  5. Mixer Audio (Opsional)

Digunakan untuk mengatur dan mencampur beberapa sumber audio menjadi satu keluaran suara.

Penguat Suara (Amplifier)

Berfungsi memperkuat sinyal audio dari sumber agar dapat menggerakkan speaker.


Speaker (Pengeras Suara)

Mengubah sinyal listrik menjadi gelombang suara. Jenis speaker:

  1. Speaker aktif
  2. Speaker pasif


Kabel Audio

Digunakan sebagai penghantar sinyal audio, antara lain:

  1. Kabel RCA
  2. Kabel AUX (Jack 3,5 mm)
  3. Kabel speaker

Sakelar dan Stop Kontak

Digunakan untuk suplai daya listrik sistem audio.


E. Prinsip Kerja Sistem Audio Rumah

Sinyal suara berasal dari sumber audio → diteruskan ke amplifier → diperkuat → disalurkan ke speaker → menghasilkan suara yang dapat didengar.


F. Jenis Instalasi Audio Rumah

Instalasi Audio Sederhana

Menggunakan satu sumber audio, satu amplifier, dan satu atau dua speaker.

Instalasi Audio Multi-Ruangan

Menggunakan beberapa speaker di ruang berbeda dengan satu pusat penguat.

Instalasi Home Theater

Menggunakan sistem surround (2.1, 5.1, atau 7.1 channel).


G. Teknik Dasar Pengkabelan Audio

  • Gunakan kabel sesuai fungsi dan spesifikasi.
  • Hindari kabel audio sejajar dengan kabel listrik.
  • Pastikan sambungan kuat dan tidak longgar.
  • Gunakan isolasi atau pelindung kabel.


H. Keselamatan Kerja (K3)

  • Matikan listrik sebelum instalasi.

  • Gunakan alat sesuai standar.

  • Hindari area lembab.

  • Pastikan ventilasi amplifier cukup.


I. Contoh Skema Instalasi Sederhana

Sumber Audio → Amplifier → Speaker Kiri & Kanan

J. Evaluasi Pembelajaran

  1. Jelaskan fungsi amplifier dalam sistem audio rumah.
  2. Sebutkan minimal 3 komponen sistem instalasi audio rumah.
  3. Mengapa kabel audio tidak boleh berdekatan dengan kabel listrik?
  4. Jelaskan perbedaan speaker aktif dan speaker pasif.


K. Penutup

Dengan memahami sistem instalasi audio rumah, peserta didik diharapkan mampu memasang dan mengoperasikan sistem audio secara mandiri, aman, dan menghasilkan kualitas suara yang optimal.

LKPD PKK

 PROSEDUR PEMBUATAN CELENGAN SEDERHANA

A. Tujuan

Membuat celengan sederhana sebagai tempat menyimpan uang dari bahan bekas atau bahan yang mudah ditemukan.

B. Alat dan Bahan

  1. Botol plastik bekas / kaleng / kardus
  2. Gunting atau cutter
  3. Lem / lem tembak
  4. Penggaris
  5. Spidol atau pensil
  6. Kertas warna / kertas kado / cat (opsional)
  7. Isolasi atau lakban

C. Langkah-Langkah Pembuatan

  1. Siapkan botol plastik bekas, lalu bersihkan dan keringkan.
  2. Buat tanda berbentuk garis pada bagian atas botol sebagai tempat memasukkan uang.
  3. Gunting atau potong bagian yang telah ditandai secara hati-hati.
  4. Tutup kembali bagian bawah botol (jika terpisah) dan rekatkan dengan lem atau isolasi.
  5. Hias celengan menggunakan kertas warna, cat, atau spidol sesuai selera.
  6. Biarkan lem atau cat mengering hingga sempurna.
  7. Celengan siap digunakan untuk menabung.

D. Hasil

Sebuah celengan sederhana yang dapat digunakan untuk menyimpan uang koin maupun uang kertas.

E. Keselamatan Kerja

  • Gunakan gunting atau cutter dengan hati-hati.
  • Mintalah bantuan orang dewasa jika diperlukan.
  • Pastikan alat tajam disimpan kembali setelah digunakan.

Materi Ajar : Sistem Audio Luar Ruangan (Outdoor Sound System) Materi Ajar Sistem Audio Luar Ruangan

 A. Pendahuluan

Sistem audio luar ruangan (outdoor sound system) adalah perangkat tata suara yang dirancang khusus untuk digunakan di area terbuka seperti lapangan, halaman sekolah, tempat ibadah, area wisata, panggung acara, dan fasilitas umum lainnya. Berbeda dengan sistem audio dalam ruangan, sistem audio luar ruangan harus mampu menghasilkan suara yang kuat, jelas, dan merata meskipun menghadapi tantangan lingkungan seperti kebisingan sekitar, angin, cuaca, dan jarak pendengar yang lebih luas.

Materi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang konsep, komponen, prinsip kerja, serta penerapan sistem audio luar ruangan secara aman dan efektif.






















B. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian dan fungsi sistem audio luar ruangan.
  2. Mengidentifikasi komponen utama sistem audio luar ruangan.
  3. Memahami prinsip kerja sistem audio luar ruangan.
  4. Menjelaskan perbedaan sistem audio dalam ruangan dan luar ruangan.
  5. Menerapkan sistem audio luar ruangan sesuai kebutuhan kegiatan.

C. Pengertian Sistem Audio Luar Ruangan

Sistem audio luar ruangan adalah rangkaian peralatan elektronik yang berfungsi untuk memperkuat dan menyebarkan suara di area terbuka agar dapat didengar dengan jelas oleh banyak orang. Sistem ini dirancang dengan daya keluaran besar, jangkauan luas, serta perlindungan terhadap kondisi lingkungan.

D. Fungsi Sistem Audio Luar Ruangan

Fungsi utama sistem audio luar ruangan antara lain:

  1. Menyampaikan informasi atau pengumuman kepada massa.
  2. Mendukung kegiatan hiburan seperti konser dan pertunjukan.
  3. Mendukung kegiatan keagamaan, upacara, dan acara resmi.
  4. Memperkuat suara musik, pidato, atau instruksi di area terbuka.

E. Komponen Utama Sistem Audio Luar Ruangan

  1. Sumber Audio
    Sumber sinyal suara seperti mikrofon, pemutar musik, laptop, atau smartphone.
  2. Mixer Audio
    Berfungsi mengatur dan menggabungkan beberapa sinyal audio, mengatur volume, nada (bass, middle, treble), dan efek suara.
  3. Power Amplifier
    Berfungsi memperkuat sinyal audio dari mixer agar mampu menggerakkan speaker dengan daya besar.
  4. Speaker Outdoor
    Speaker khusus luar ruangan yang memiliki daya besar, jangkauan luas, dan tahan terhadap cuaca. Contohnya speaker horn dan speaker full range outdoor.
  5. Kabel dan Konektor
    Digunakan untuk menghubungkan seluruh perangkat audio agar sinyal dapat tersalurkan dengan baik.
  6. Sumber Daya (Power Supply)
    Dapat berupa listrik PLN, genset, atau baterai, tergantung lokasi penggunaan.

F. Prinsip Kerja Sistem Audio Luar Ruangan

Prinsip kerja sistem audio luar ruangan dimulai dari sumber suara yang menghasilkan sinyal audio. Sinyal tersebut masuk ke mixer untuk diatur dan disesuaikan. Selanjutnya sinyal diperkuat oleh power amplifier, kemudian dikirim ke speaker untuk diubah menjadi gelombang suara yang dapat didengar oleh manusia di area terbuka.

G. Perbedaan Sistem Audio Luar Ruangan dan Dalam Ruangan

Aspek

Audio Luar Ruangan

Audio Dalam Ruangan

Daya

Besar

Relatif kecil

Jangkauan

Luas

Terbatas

Jenis Speaker

Outdoor, horn

Indoor, bookshelf

Pengaruh Lingkungan

Tinggi

Rendah

H. Penerapan Sistem Audio Luar Ruangan

Sistem audio luar ruangan banyak digunakan pada:

  1. Upacara bendera dan kegiatan sekolah
  2. Acara konser dan pentas seni
  3. Kegiatan keagamaan
  4. Kampanye dan kegiatan 
  5. Event olahraga dan festival

I. Keselamatan dan Perawatan

  1. Pastikan instalasi kabel rapi dan aman.
  2. Gunakan peralatan tahan air atau pelindung cuaca.
  3. Atur volume sesuai kebutuhan agar tidak merusak speaker.
  4. Lakukan pengecekan rutin sebelum dan sesudah penggunaan.

MATERI AJAR: SISTEM AUDIO MOBIL

1. Pengertian Sistem Audio Mobil

Sistem audio mobil adalah rangkaian perangkat elektronik yang dipasang di kendaraan untuk memutar dan memperkuat suara, sehingga pengemudi dan penumpang dapat menikmati musik, radio, atau media audio lainnya dengan kualitas yang baik. Sistem ini dirancang agar tetap bekerja optimal meski berada di dalam kabin mobil yang memiliki ruang terbatas dan kondisi kebisingan tinggi.

2. Komponen Utama Sistem Audio Mobil

a. Head Unit

Merupakan pusat kendali audio. Fungsinya:

  • Memutar sumber audio (radio, USB, Bluetooth, AUX).

  • Mengontrol volume, tone control, dan equalizer.

  • Mengirimkan sinyal audio ke amplifier atau speaker.

Jenis head unit:

  • Single DIN

  • Double DIN (layar besar, biasanya touch screen)

b. Amplifier

Berfungsi memperkuat sinyal audio dari head unit agar mampu menggerakkan speaker dengan lebih bertenaga tanpa distorsi.
Jenis amplifier:

  • Mono Amplifier (1 kanal, untuk subwoofer)

  • 2/4/5 Channel Amplifier (untuk speaker depan dan belakang)

c. Speaker

Mengubah sinyal listrik menjadi gelombang suara.
Jenis speaker pada mobil:

  • Speaker Full Range

  • Speaker Split (woofer + tweeter terpisah)

  • Speaker Coaxial

  • Subwoofer (menghasilkan nada rendah/bass)

d. Crossover

Membagi frekuensi audio ke speaker sesuai rentangnya:

  • High Pass Filter (HPF) → untuk tweeter

  • Low Pass Filter (LPF) → untuk subwoofer

  • Band Pass Filter (BPF) → untuk midrange atau speaker tertentu

3. Cara Kerja Sistem Audio Mobil

  1. Sumber audio diputar melalui head unit.

  2. Head unit mengeluarkan sinyal audio lemah menuju amplifier.

  3. Amplifier memperkuat sinyal dan mengirimkan ke speaker.

  4. Crossover membagi frekuensi sesuai kebutuhan speaker.

  5. Speaker mengubah sinyal listrik menjadi suara yang terdengar.

4. Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Audio Mobil

  • Daya amplifier yang sesuai dengan kebutuhan speaker.

  • Ukuran dan bahan speaker.

  • Peredaman kabin (soundproofing) untuk mengurangi noise.

  • Pengaturan equalizer (EQ) yang benar.

  • Kualitas kabel RCA dan speaker.

  • Pemasangan speaker yang presisi (posisi dan arah suara).

5. Konfigurasi Audio Mobil yang Umum Digunakan

  1. Standar OEM: Hanya head unit + 2–4 speaker.

  2. Upgrade Ringan: Head unit aftermarket + speaker split.

  3. SQ (Sound Quality): Fokus kejernihan suara, menggunakan amplifier 4 kanal, speaker split, dan subwoofer kecil.

  4. SPL (Sound Pressure Level): Fokus suara keras (bass kuat), memakai mono amplifier dan subwoofer besar.

  5. SQL (Sound Quality Loud): Kombinasi SQ dan SPL.

6. Keamanan dan Instalasi

  • Pastikan arus listrik stabil dan menggunakan sekring untuk keselamatan.

  • Kabel power harus memiliki ukuran sesuai kebutuhan daya.

  • Hindari pemasangan kabel audio dekat kabel power untuk mencegah noise.

  • Gunakan grounding yang benar untuk menghindari dengungan (ground loop).


Kerjakan LKPD pada link berikutKlik disini

MATERI AJAR: SISTEM AUDIO RUMAH

 A. Pengertian Sistem Audio Rumah

Sistem audio rumah (Home Audio System) adalah rangkaian perangkat elektronik yang digunakan untuk memperkuat, memproses, dan memutar suara di lingkungan rumah. Sistem ini bertujuan untuk menghasilkan kualitas suara yang jernih, seimbang, dan nyaman didengar, baik untuk musik, film, maupun siaran radio/TV.

B. Komponen Utama Sistem Audio Rumah

  1. Sumber Audio (Audio Source)

    • Contoh: Radio, CD/DVD Player, Bluetooth Player, USB Player, Streaming (Spotify, YouTube).

    • Fungsi: Menyediakan sinyal suara yang akan diproses.

  2. Pre-Amplifier (Penguat Awal)

    • Fungsi: Menerima sinyal lemah dari sumber dan menyiapkannya agar cukup kuat untuk diproses oleh power amplifier.

    • Biasanya terdapat pengatur nada (tone control), volume, dan balance.

  3. Power Amplifier

    • Fungsi: Menguatkan sinyal audio hingga cukup besar untuk menggerakkan loudspeaker.

    • Jenis: Mono, Stereo, Multi-channel (5.1 atau 7.1).

  4. Speaker (Loudspeaker)

    • Fungsi: Mengubah sinyal listrik menjadi getaran suara.

    • Jenis:

      • Woofer → frekuensi rendah (bass)

      • Midrange → frekuensi menengah (vokal)

      • Tweeter → frekuensi tinggi (treble)

      • Subwoofer → bass sangat rendah

  5. Crossover

    • Fungsi: Memisahkan sinyal suara ke frekuensi yang sesuai untuk setiap speaker (bass, mid, treble).

  6. Kabel dan Konektor

    • Jenis: RCA, Jack 3.5 mm, Banana plug, Optical (Toslink), HDMI (Audio Return Channel).

    • Fungsi: Menghubungkan antar komponen audio.

C. Jenis Sistem Audio Rumah

  1. Stereo System (2.0 atau 2.1)

    • Dua speaker utama (kiri dan kanan).

    • Sistem 2.1 menambah satu subwoofer untuk bass.

  2. Home Theater System (5.1 atau 7.1)

    • Menggunakan beberapa speaker untuk efek surround (depan, belakang, tengah, subwoofer).

    • Cocok untuk menonton film.

  3. Wireless Audio System

    • Menggunakan Bluetooth atau Wi-Fi.

    • Contoh: Smart speaker, soundbar nirkabel.

  4. Soundbar System

    • Kombinasi speaker dalam satu unit memanjang.

    • Dilengkapi amplifier internal dan konektivitas modern.

D. Prinsip Kerja Sistem Audio Rumah

  1. Input Sinyal

    • Sumber audio mengirim sinyal (misalnya dari HP atau DVD).

  2. Proses Penguatan

    • Sinyal diperkuat melalui pre-amp dan power amplifier.

  3. Distribusi Sinyal

    • Sinyal yang sudah kuat dikirim ke speaker melalui crossover.

  4. Output Suara

    • Speaker mengubah sinyal listrik menjadi gelombang suara.

E. Skema Blok Sistem Audio Rumah

Sumber Audio → Pre-Amp → Tone Control → Power Amp → Crossover → Speaker (Woofer, Tweeter, Subwoofer)

F. Contoh Aplikasi

  1. Ruang Tamu / Home Theater

    • 1 receiver amplifier

    • 5 speaker + 1 subwoofer

    • TV atau proyektor sebagai tampilan

  2. Ruang Musik / Karaoke

    • Mixer + amplifier + 2 speaker aktif

    • Mikrofon dan pemutar musik

G. Perawatan Sistem Audio Rumah

  • Pastikan ventilasi amplifier tidak tertutup.

  • Gunakan tegangan listrik stabil (bisa memakai stabilizer).

  • Hindari memutar volume maksimal terlalu lama.

  • Bersihkan debu secara berkala pada speaker dan panel.

H. Latihan / LKPD Sederhana

1. Pilih komponen berikut yang berfungsi sebagai penguat sinyal suara:
a. Speaker
b. Power Amplifier
c. Microphone
d. Crossover

2. Sebutkan perbedaan antara sistem audio stereo dan home theater!

3. Buatlah diagram blok sistem audio rumah lengkap dengan fungsinya masing-masing!

4. Jelaskan cara kerja sistem audio dari sumber hingga keluar suara di speaker!

5. Sebutkan langkah-langkah merawat perangkat audio agar tahan lama.

6. Gambar rangkaian crosover dibawah ini :



Materi Ajar: Speaker Aktif

1. Pengertian Speaker Aktif

Speaker aktif adalah sistem pengeras suara yang di dalamnya sudah terdapat penguat (amplifier) bawaan, sehingga dapat langsung dihubungkan ke sumber suara seperti HP, laptop, mixer, atau perangkat audio lainnya tanpa memerlukan amplifier eksternal.


Dengan kata lain, speaker aktif merupakan gabungan antara speaker pasif dan amplifier dalam satu unit.

2. Komponen Utama Speaker Aktif

  1. Catu Daya (Power Supply)
    Berfungsi untuk menyuplai tegangan ke semua rangkaian, terutama ke amplifier.
    Biasanya berupa adaptor DC atau trafo step-down dengan penyearah dan regulator.

  2. Penguat Daya (Power Amplifier)
    Berfungsi memperkuat sinyal audio dari sumber agar cukup kuat untuk menggerakkan speaker.
    Jenis yang sering digunakan:

    • IC TDA2030, TDA2050, LA4440, TDA7377, dsb.

    • Kelas penguat: Class A, B, AB, D (kelas D banyak dipakai karena efisien).

  3. Tone Control (Pengatur Nada)
    Digunakan untuk mengatur bass, treble, dan volume suara.
    Biasanya terdiri dari potensiometer dan rangkaian RC (Resistor–Kapasitor).

  4. Speaker (Driver Unit)
    Mengubah energi listrik menjadi getaran suara.
    Jenis driver:

    • Woofer → nada rendah (bass)

    • Midrange → nada tengah (vokal/instrumen)

    • Tweeter → nada tinggi (treble)

  5. Box atau Casing Speaker
    Dirancang agar suara lebih fokus dan resonansi terkontrol.
    Jenis box: sealed, bass reflex, horn, dll.

3. Prinsip Kerja Speaker Aktif

  1. Sinyal suara dari sumber (HP, laptop, mic, dsb) masuk ke input.

  2. Sinyal diperkuat oleh rangkaian pre-amplifier / tone control.

  3. Hasil keluaran diteruskan ke power amplifier untuk memperkuat arus.

  4. Sinyal kuat ini menggerakkan membran speaker, menghasilkan suara.

  5. Power supply memberikan energi listrik agar rangkaian bekerja.

Diagram Blok Kerja Speaker Aktif:

Sumber SuaraTone ControlPower AmplifierSpeakerSuaraPower Supply

4. Jenis-Jenis Speaker Aktif Berdasarkan Penggunaannya
Jenis Speaker AktifKeterangan
MultimediaDigunakan pada komputer, TV, atau HP. Daya kecil, suara cukup jernih.
Portable / Bluetooth SpeakerMemiliki baterai isi ulang dan koneksi nirkabel.
PA Speaker (Public Address)Daya besar, untuk panggung, aula, masjid, dsb.
Studio MonitorUntuk rekaman audio, suaranya datar dan akurat.
Home Theater SpeakerDigunakan untuk hiburan rumah dengan efek surround.

5. Perawatan dan Pemeliharaan
  • Jangan digunakan pada volume maksimal terus-menerus.

  • Hindari kontak langsung dengan air dan debu.

  • Pastikan ventilasi tidak tertutup (menghindari panas berlebih).

  • Bersihkan potensio dan jack secara berkala.

  • Gunakan tegangan sesuai spesifikasi (misalnya 12V DC atau 220V AC).


6. Kelebihan dan Kekurangan

KelebihanKekurangan
Praktis, tidak butuh amplifier terpisahJika salah satu rangkaian rusak (amplifier/speaker), sulit dipisahkan
Harga relatif terjangkauDaya dan kualitas tergantung IC amplifier
Cocok untuk penggunaan rumahanPerawatan lebih sulit karena komponen padat


7. Contoh IC Power Amplifier yang Sering Digunakan
ICTegangan KerjaDaya Keluaran (per channel)
TDA203012–18V DC14W
LA444012V DC6W + 6W (Stereo)
TDA737712–18V DC2×30W (Stereo)
TDA729712–18V DC2×15W
TDA205018–25V DC25W

8. Contoh Soal Evaluasi
  1. Jelaskan perbedaan antara speaker aktif dan speaker pasif!

  2. Sebutkan fungsi tone control dalam speaker aktif!

  3. Apa yang terjadi jika power supply tidak stabil pada speaker aktif?

  4. Sebutkan 3 jenis speaker berdasarkan frekuensi kerjanya!

  5. Mengapa IC kelas D banyak digunakan pada speaker portable modern?

LKPD (LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK)

Mata Pelajaran : Teknik Audio Video (TAV) Materi : Sistem Audio Mobil Kelas/Semester : X / Ganjil   A. Identitas Peserta Didik Nam...