1. Pengenalan AC dan DC
- DC (Direct Current/Arus Searah):
- Arus listrik yang mengalir dalam satu arah secara konstan.
- Contoh: Baterai, panel surya, sumber daya DC.
- Karakteristik: Tegangan dan arus tetap (konstan) terhadap waktu.
- Digunakan pada: Elektronika digital, perangkat berdaya rendah, motor DC.
- AC (Alternating Current/Arus Bolak-Balik):
- Arus listrik yang berubah arah secara periodik (biasanya sinusoidal).
- Contoh: Listrik PLN, generator.
- Karakteristik: Tegangan dan arus bervariasi terhadap waktu, memiliki frekuensi (Hz) dan amplitudo.
- Digunakan pada: Peralatan rumah tangga, motor listrik, sistem transmisi daya.
2. Komponen Utama dalam Sistem AC dan DC
Berikut adalah komponen utama yang sering dianalisis dalam sistem AC dan DC:
a. Resistor
- Fungsi: Menahan aliran arus listrik, menghasilkan rugi daya berupa panas.
- DC:
- Hukum Ohm:
- Daya:
- Tidak terpengaruh oleh frekuensi.
- AC:
- Resistansi tetap, tetapi arus dan tegangan bervariasi secara sinusoidal.
- Daya rata-rata: , dengan untuk resistor (faktor daya = 1).
- Nilai RMS (Root Mean Square): .
b. Kapasitor
- Fungsi: Menyimpan muatan listrik, memblokir DC, dan melewatkan AC.
- DC:
- Bertindak sebagai rangkaian terbuka setelah terisi penuh.
- Tidak ada arus yang mengalir dalam kondisi steady-state.
- AC:
- Reaktansi kapasitif: , di mana adalah frekuensi dan adalah kapasitansi (Farad).
- Semakin tinggi frekuensi, semakin rendah reaktansi (lebih mudah dilewati arus AC).
- Fase: Arus mendahului tegangan sebesar 90°.
c. Induktor
- Fungsi: Menyimpan energi dalam medan magnet, menahan perubahan arus.
- DC:
- Bertindak sebagai konduktor (hampir seperti kawat) karena tidak ada perubahan arus.
- Resistansi hanya dari kawat (biasanya kecil).
- AC:
- Reaktansi induktif: , di mana adalah induktansi (Henry).
- Semakin tinggi frekuensi, semakin besar reaktansi (menahan arus AC).
- Fase: Tegangan mendahului arus sebesar 90°.
d. Dioda
- Fungsi: Mengalirkan arus hanya dalam satu arah.
- DC:
- Berfungsi sebagai saklar: Mengalirkan arus jika tegangan melebihi ambang batas (bias maju), memblokir jika berlawanan (bias mundur).
- AC:
- Digunakan untuk penyearahan (rectifier), mengubah AC menjadi DC.
- Contoh: Dioda pada power supply untuk menghasilkan arus searah dari sumber AC.
e. Transformator (khusus AC)
- Fungsi: Mengubah level tegangan AC (naik/turun) melalui induksi elektromagnetik.
- Prinsip Kerja:
- Hanya bekerja pada AC karena memerlukan perubahan fluks magnetik.
- Rasio tegangan: , di mana adalah jumlah lilitan.
- Aplikasi: Distribusi daya listrik, adaptor.
3. Analisis Rangkaian AC dan DC
a. Analisis DC
- Metode:
- Hukum Kirchhoff (KCL dan KVL).
- Analisis simpul (nodal analysis) dan analisis loop (mesh analysis).
- Teorema Thevenin/Norton untuk penyederhanaan rangkaian.
- Contoh:
- Rangkaian resistor seri:
- Rangkaian resistor paralel:
b. Analisis AC
- Metode:
- Representasi fasor: Mengubah sinyal sinusoidal menjadi bilangan kompleks untuk mempermudah perhitungan.
- Impedansi: , di mana adalah unit imajiner.
- Hukum Ohm untuk AC: .
- Analisis frekuensi: Mempertimbangkan efek frekuensi pada dan .
- Contoh:
- Rangkaian RLC seri: Impedansi total .
- Daya kompleks: , di mana adalah daya aktif dan adalah daya reaktif.
4. Perbandingan Karakteristik AC dan DC
| Aspek | DC | AC |
|---|---|---|
| Arah Arus | Satu arah | Bolak-balik |
| Frekuensi | 0 Hz | Biasanya 50/60 Hz (PLN) |
| Transmisi | Efisien untuk jarak pendek | Efisien untuk jarak jauh |
| Komponen | Resistor, kapasitor (steady-state), induktor (konduktor) | Resistor, kapasitor, induktor, transformator |
| Aplikasi | Elektronika, baterai | Distribusi daya, motor listrik |
5. Aplikasi Praktis
- DC:
- Catu daya untuk perangkat elektronik (laptop, ponsel).
- Sistem penyimpanan energi (baterai, superkapasitor).
- Motor DC pada kendaraan listrik.
- AC:
- Distribusi listrik jarak jauh melalui jaringan PLN.
- Penggerak motor listrik pada industri.
- Sistem HVAC (pemanas, ventilasi, dan AC).
6. Contoh Soal Analisis
- Rangkaian DC:
- Diberikan rangkaian dengan resistor , secara seri, dan tegangan sumber . Hitung arus total!
- Jawab: , .
- Rangkaian AC:
- Rangkaian RLC seri dengan , , , dan tegangan AC . Hitung impedansi pada frekuensi 50 Hz!
- Jawab:
- Magnitudo: .
7. Kesimpulan
- DC cocok untuk aplikasi yang memerlukan arus stabil dan sederhana, seperti elektronik.
- AC ideal untuk transmisi daya jarak jauh dan aplikasi yang memerlukan transformasi tegangan.
- Analisis komponen AC dan DC membutuhkan pemahaman tentang karakteristik masing-masing komponen (resistor, kapasitor, induktor) serta metode analisis rangkaian (Hukum Ohm, fasor, impedansi).
No comments:
Post a Comment