Materi Ajar: Tone Control

 

1. Pengertian Tone Control

Tone control adalah suatu rangkaian elektronik yang digunakan untuk mengatur kualitas suara (frekuensi) pada sistem audio. Fungsinya adalah memperkuat atau melemahkan nada rendah (bass), menengah (middle/treble menengah), dan tinggi (treble) sehingga suara yang dihasilkan lebih enak didengar sesuai dengan selera pendengar.

Contoh:

  • Bass diperbesar agar suara lebih "berat" dan "dalam".

  • Treble diperbesar agar suara lebih "jernih" dan "terang".

2. Fungsi Tone Control

  1. Mengatur nada bass → menambah atau mengurangi frekuensi rendah (20 Hz – 300 Hz).

  2. Mengatur nada treble → menambah atau mengurangi frekuensi tinggi (3 kHz – 20 kHz).

  3. Mengatur nada middle (opsional) → mengatur frekuensi menengah (300 Hz – 3 kHz).

  4. Menyesuaikan karakter suara → disesuaikan dengan ruangan, musik, atau selera pendengar.

  5. Mengurangi distorsi → dengan menyaring frekuensi yang tidak diinginkan.

3. Prinsip Kerja

Tone control bekerja berdasarkan filter frekuensi:

  • Filter Low Pass → melewatkan nada rendah (bass).

  • Filter High Pass → melewatkan nada tinggi (treble).

  • Filter Band Pass/Reject → untuk middle (opsional).

Komponen utama yang digunakan:

  • Resistor (R) → pengatur arus/tegangan.

  • Kapasitor (C) → penyaring frekuensi.

  • Potensiometer (VR) → pengatur level (bass/treble).

  • Transistor/IC Op-Amp → penguat sinyal.

4. Jenis-Jenis Tone Control

  1. Tone Control Pasif

    • Tidak menggunakan penguat (transistor/IC).

    • Sinyal suara langsung dilewatkan melalui rangkaian RC (Resistor-Kapasitor).

    • Kelebihan: sederhana, murah.

    • Kekurangan: suara cenderung lemah, perlu ditambah penguat.

  2. Tone Control Aktif

    • Menggunakan transistor atau op-amp.

    • Bisa memperkuat sekaligus menyaring frekuensi.

    • Kelebihan: hasil suara lebih bagus, jangkauan pengaturan lebih luas.

    • Kekurangan: rangkaian lebih kompleks.

5. Contoh Rangkaian Sederhana

a. Tone Control Pasif (Bass & Treble)

  • Terdiri dari potensiometer 100k, kapasitor 47nF – 100nF, dan resistor.

  • Mampu mengatur bass dan treble, tapi suara agak menurun volumenya.

b. Tone Control Aktif (Berbasis Op-Amp IC 4558)

  • Menggunakan IC op-amp, potensiometer untuk bass dan treble, kapasitor dan resistor.

  • Cocok untuk amplifier mini sampai besar.

6. Aplikasi Tone Control

  • Speaker aktif

  • Amplifier audio

  • Home theater

  • Radio & Tape recorder

  • Gitar listrik & alat musik elektronik

Tone control adalah rangkaian penting dalam sistem audio yang berfungsi untuk mengatur kualitas suara berdasarkan frekuensi. Dengan adanya tone control, suara dapat dibuat lebih jernih, lembut, atau bertenaga sesuai kebutuhan.


Kerjakan tugas dengan klik di sini

LKPD Materi PKK Jenis-Jenis Izin Usaha Produksi serta Cara Pembuatan Izin Produksi

 Kelas XII Semester Genap

A. LKPD Kelompok

Identitas

  • Nama Kelompok : ………………………………………

  • Anggota Kelompok : ………………………………………

Tujuan

Melatih siswa menganalisis kebutuhan izin usaha produksi pada usaha nyata di sekitar mereka.

Petunjuk

  1. Diskusikan dalam kelompok!

  2. Pilih 1 contoh usaha kecil/rumah tangga di lingkungan sekitar (misalnya usaha minuman kemasan, bakery, konveksi, dll).

  3. Identifikasi izin usaha produksi yang wajib dimiliki.

  4. Buatlah tabel berisi jenis izin, instansi penerbit, dan prosedur pengurusan.

  5. Presentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas.

Tugas

Studi Kasus: Pilih usaha berikut atau usaha lain yang kalian kenal:

  • Usaha minuman jus botol

  • Usaha keripik singkong

  • Usaha baju distro


B. LKPD Mandiri

Identitas

  • Nama Siswa : ………………………………………

  • Kelas : ………………………………………

  • No.Absen : ..............................................................

Tujuan

Melatih kemampuan individu memahami dan menjelaskan jenis serta prosedur izin usaha produksi.

Petunjuk

  1. Kerjakan secara mandiri.

  2. Bacalah soal dengan teliti.

  3. Jawaban ditulis pada lembar yang tersedia.

Soal Latihan

  1. Jelaskan pengertian Nomor Induk Berusaha (NIB)!

  2. Sebutkan 3 jenis izin usaha produksi selain NIB!

  3. Bagaimana langkah-langkah membuat PIRT untuk usaha makanan rumah tangga?

  4. Mengapa sertifikat halal penting bagi produk makanan dan minuman?

  5. Buatlah diagram alur sederhana pembuatan izin usaha produksi untuk usaha minuman kemasan lokal (sebutkan izin yang dibutuhkan dan langkahnya).




Jenis-Jenis Transduser dan Prinsip Kerjanya

1. Pengertian Transduser

Transduser adalah alat atau komponen yang berfungsi mengubah suatu bentuk energi menjadi bentuk energi lain, biasanya energi fisik menjadi sinyal listrik atau sebaliknya.

Contoh: Mikrofon mengubah energi suara menjadi sinyal listrik, sedangkan speaker mengubah sinyal listrik menjadi suara.

2. Jenis-Jenis Transduser

Transduser dapat diklasifikasikan berdasarkan berbagai cara:

A. Berdasarkan Fungsi

  1. Transduser Input (Sensor)

    • Mengubah energi non-listrik menjadi energi listrik.

    • Contoh: Termokopel (panas → listrik), LDR (cahaya → listrik).

  2. Transduser Output (Actuator)

    • Mengubah energi listrik menjadi energi non-listrik.

    • Contoh: Motor listrik (listrik → gerak), Speaker (listrik → suara).

B. Berdasarkan Prinsip Kerja

  1. Resistif

    • Mengubah energi dengan cara perubahan resistansi.

    • Contoh:

      • LDR (Light Dependent Resistor): resistansi berubah sesuai intensitas cahaya.

      • NTC/PTC Thermistor: resistansi berubah karena suhu.

  2. Kapasitif

    • Berdasarkan perubahan kapasitansi akibat perubahan jarak atau luas permukaan.

    • Contoh: Sensor kelembaban, sensor posisi kapasitif.

  3. Induktif

    • Berdasarkan perubahan induktansi kumparan karena adanya pergeseran inti besi atau perubahan fluks magnet.

    • Contoh: LVDT (Linear Variable Differential Transformer) untuk mengukur perpindahan.

  4. Piezoelektrik

    • Kristal piezo menghasilkan tegangan listrik bila diberi tekanan/tekanan mekanis.

    • Contoh: Mikrofon piezo, sensor getaran.

  5. Elektromagnetik

    • Berdasarkan hukum induksi elektromagnetik, perubahan fluks magnet menghasilkan tegangan.

    • Contoh: Dinamo, generator, mikrofon dinamis.

  6. Fotoelektrik

    • Cahaya yang mengenai material semikonduktor menghasilkan arus/tegangan listrik.

    • Contoh: Fotodioda, fototransistor, solar cell.

  7. Termoelektrik

    • Perbedaan suhu pada sambungan dua logam menghasilkan tegangan listrik (Efek Seebeck).

    • Contoh: Termokopel.

3. Contoh Aplikasi Transduser

  • Industri: Sensor suhu, tekanan, dan kelembaban untuk otomasi pabrik.

  • Medis: Transduser ultrasonik untuk USG.

  • Elektronika: Mikrofon, speaker, sensor cahaya.

  • Otomotif: Sensor kecepatan roda, sensor oksigen.

4. Kesimpulan

  • Transduser adalah perangkat yang mengubah energi satu bentuk ke bentuk lain.

  • Ada transduser input (sensor) dan output (aktuator).

  • Prinsip kerja transduser bisa resistif, kapasitif, induktif, piezoelektrik, elektromagnetik, fotoelektrik, dan termoelektrik.

  • Pemilihan transduser tergantung pada jenis energi yang akan dikonversi dan aplikasinya.

NTC dan PTC

1. Pengertian

  • NTC (Negative Temperature Coefficient) Thermistor
    Adalah resistor yang nilai resistansinya menurun jika suhu meningkat.

  • PTC (Positive Temperature Coefficient) Thermistor
    Adalah resistor yang nilai resistansinya meningkat jika suhu meningkat.

Kedua komponen ini termasuk jenis thermistor (resistor yang peka terhadap suhu).

2. Prinsip Kerja

  • NTC

    • Dibuat dari bahan semikonduktor (misalnya oksida logam).

    • Saat suhu naik, jumlah elektron bebas bertambah → resistansi menurun.

    • Hubungan:

      RjikaTR \downarrow \quad \text{jika} \quad T \uparrow
  • PTC

    • Umumnya dibuat dari bahan keramik berbasis barium titanate.

    • Saat suhu naik, struktur kristalnya berubah sehingga arus sulit mengalir → resistansi naik.

    • Hubungan:

      RjikaTR \uparrow \quad \text{jika} \quad T \uparrow
  • 3. Simbol

    • NTC: Resistor dengan tanda panah melengkung ke arah bawah (↓) menandakan resistansi turun.

    • PTC: Resistor dengan tanda panah melengkung ke arah atas (↑) menandakan resistansi naik.

  • 4. Karakteristik

    • NTC

      • Sensitif pada perubahan suhu kecil.

      • Cocok untuk sensor suhu.

    • PTC

      • Biasanya resistansi naik tajam setelah suhu tertentu (suhu kritis).

      • Cocok untuk proteksi rangkaian.

  • 5. Fungsi dan Aplikasi

    * NTC

    1. Sensor suhu pada alat ukur digital, AC, kulkas.

    2. Pengukur suhu mesin mobil.

    3. Pengatur suhu baterai pada perangkat elektronik.

    4. Komponen deteksi panas berlebih.

    * PTC

    1. Proteksi arus lebih pada adaptor dan power supply.

    2. Alat pemanas listrik (self-regulating heater).

    3. Delay pada rangkaian televisi tabung (degaussing).

    4. Sekring resettable (polyfuse).



  • 7. Kesimpulan

    • NTC dan PTC adalah thermistor dengan sifat berlawanan.

    • NTC → resistansi turun jika suhu naik, cocok untuk sensor suhu.

    • PTC → resistansi naik jika suhu naik, cocok untuk proteksi rangkaian dan pemanas.

    • Keduanya banyak digunakan di perangkat elektronik modern.


Macam-Macam Resistor, Fungsi, dan Sistem Kerjanya

 1. Pengertian Resistor

Resistor adalah komponen elektronika pasif yang berfungsi untuk menghambat arus listrik serta mengatur tegangan dalam rangkaian. Nilai hambatan resistor dinyatakan dalam satuan Ohm (Ω).

2. Fungsi Resistor

  1. Menghambat arus listrik sesuai kebutuhan rangkaian.

  2. Mengatur pembagian tegangan pada rangkaian.

  3. Sebagai pembatas arus pada LED, transistor, IC, dan komponen lainnya.

  4. Menjadi bagian dari rangkaian pembagi tegangan (voltage divider).

  5. Digunakan sebagai beban (load) dalam pengujian.

3. Macam-Macam Resistor Berdasarkan Konstruksi dan Fungsinya

A. Resistor Tetap (Fixed Resistor)

  • Pengertian: Resistor dengan nilai hambatan yang tidak bisa diubah.

  • Jenis:

    1. Carbon Film Resistor → terbuat dari lapisan karbon, umum dipakai pada rangkaian kecil.

    2. Metal Film Resistor → lebih presisi, stabil, tahan suhu tinggi.

    3. Wire Wound Resistor → dari kawat resistif yang dililit, cocok untuk daya besar.

  • Sistem Kerja: bekerja dengan memberikan hambatan tetap sesuai nilai yang ditentukan (misalnya 1 kΩ).

B. Resistor Variabel

  • Pengertian: Nilai hambatan bisa diubah sesuai kebutuhan.

  • Jenis:

    1. Potensiometer (POT) → memiliki poros/knob yang bisa diputar untuk mengubah nilai.

    2. Trimpot → versi kecil potensiometer yang disetel dengan obeng.

  • Fungsi: Mengatur volume pada audio, pengatur tegangan, kalibrasi alat ukur.

  • Sistem Kerja: perubahan posisi wiper (penggeser) akan mengubah panjang jalur resistif yang dilewati arus → nilai hambatan berubah.

C. Resistor Khusus (Non-Linear Resistor)

  1. NTC Thermistor (Negative Temperature Coefficient)

    • Nilai resistansi menurun jika suhu naik.

    • Fungsi: sensor suhu, proteksi arus inrush.

    • Sistem kerja: panas menyebabkan partikel konduktor lebih aktif → hambatan menurun.

  2. PTC Thermistor (Positive Temperature Coefficient)

    • Nilai resistansi naik jika suhu naik.

    • Fungsi: pelindung rangkaian dari kelebihan arus.

    • Sistem kerja: semakin panas, struktur material menghambat elektron → resistansi naik.

  3. LDR (Light Dependent Resistor)

    • Nilai resistansi menurun bila terkena cahaya.

    • Fungsi: sensor cahaya pada lampu jalan otomatis, alarm, kamera.

    • Sistem kerja: cahaya yang masuk menambah jumlah elektron bebas → resistansi turun.

  4. Varistor (Voltage Dependent Resistor / VDR)

    • Resistansi berubah sesuai besar tegangan.

    • Fungsi: pelindung lonjakan tegangan (surge protector).

    • Sistem kerja: saat tegangan tinggi, hambatan turun → arus dialirkan ke ground.

4. Ringkasan Sistem Kerja Resistor

  • Resistor Tetap: Menghambat arus dengan nilai konstan.

  • Resistor Variabel: Hambatan berubah sesuai posisi penggeser.

  • Thermistor (NTC/PTC): Hambatan berubah sesuai suhu.

  • LDR: Hambatan berubah sesuai intensitas cahaya.

  • Varistor: Hambatan berubah sesuai tegangan.

5. Contoh Aplikasi Resistor dalam Kehidupan

  • Pembatas arus LED pada rangkaian lampu.

  • Potensiometer sebagai pengatur volume pada amplifier.

  • LDR untuk sensor lampu otomatis.

  • Thermistor untuk kontrol suhu pada AC/kulkas.

  • Varistor sebagai pelindung tegangan pada adaptor atau power supply.

Kesimpulan:
Resistor adalah komponen penting yang berfungsi untuk mengendalikan arus, tegangan, serta melindungi rangkaian. Ada resistor tetap, variabel, dan khusus yang bekerja berdasarkan faktor suhu, cahaya, dan tegangan.

LKPD KELOMPOK

 Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK)

Materi : Pembuatan Video Iklan
Kelas/Semester : XII / Genap

A. Tujuan Pembelajaran

Melalui kegiatan kelompok, peserta didik dapat:

  1. Menentukan produk yang akan diiklankan.

  2. Menyusun konsep dan naskah video iklan.

  3. Membuat dan mengedit video iklan sederhana.

  4. Menyajikan video iklan di depan kelas/unggah ke media sosial sekolah.

B. Alat dan Bahan

  • Produk karya siswa (makanan, minuman, kerajinan, jasa, dll.)

  • HP dengan kamera

  • Tripod / penyangga sederhana

  • Aplikasi editing (CapCut, VN, Canva, Kinemaster)

C. Petunjuk Kerja

  1. Bentuk kelompok (4–5 orang).

  2. Pilih salah satu produk yang akan diiklankan.

  3. Buat konsep iklan dengan memperhatikan:

    • Target konsumen

    • Pesan utama iklan

    • Keunggulan produk

    • Durasi iklan (30–60 detik)

  4. Susun storyboard / naskah iklan (alur cerita singkat: opening – isi – closing).

  5. Rekam video iklan sesuai naskah.

  6. Edit video agar lebih menarik (tambahkan teks, musik, logo, dan tagline).

  7. Presentasikan hasil video iklan kelompok di depan kelas.

D. Tugas Kelompok

  1. Identifikasi Produk
    Nama Produk: ……………………
    Target Konsumen: ………………
    Keunggulan Produk: ……………

  2. Storyboard/Naskah Singkat

    • Opening: ……………………………………

    • Isi: ……………………………………………

    • Closing/CTA: ……………………………

  3. Proses Produksi

    • Peralatan yang digunakan: ………………

    • Lokasi pengambilan gambar: ……………

    • Pemeran/narator: …………………………

  4. Hasil Video Iklan
    (link video/hasil ditampilkan di kelas)

  5. Refleksi

    • Apa kesulitan yang dialami dalam membuat video iklan?

    • Bagaimana cara mengatasinya?

    • Apa pelajaran yang diperoleh dari kegiatan ini?

E. Penilaian


Materi Ajar: Menilai Pengembangan Usaha

 1. Pengertian Menilai Pengembangan Usaha

Menilai pengembangan usaha adalah proses menganalisis keberhasilan dan kekurangan suatu usaha dalam rangka meningkatkan kinerja, memperluas pasar, serta mencapai keuntungan yang lebih optimal.

Tujuannya adalah agar pelaku usaha mengetahui posisi usahanya, peluang yang bisa dimanfaatkan, serta strategi yang harus dilakukan untuk berkembang.

2. Tujuan Penilaian Pengembangan Usaha

  • Mengetahui kekuatan dan kelemahan usaha.

  • Menentukan strategi pengembangan yang tepat.

  • Mengukur keberhasilan usaha dalam jangka waktu tertentu.

  • Menentukan prioritas perbaikan dan inovasi produk/jasa.

  • Menjadi dasar pengambilan keputusan dalam investasi dan ekspansi usaha.

3. Aspek yang Dinilai dalam Pengembangan Usaha

  1. Aspek Produk/Jasa

    • Kualitas produk

    • Inovasi/keunikan

    • Daya tahan/masa pakai

    • Kepuasan pelanggan

  2. Aspek Pasar dan Pemasaran

    • Segmentasi pasar yang tepat

    • Peningkatan jumlah pelanggan

    • Strategi promosi yang efektif

    • Loyalitas konsumen

  3. Aspek Keuangan

    • Laba dan rugi usaha

    • Arus kas (cash flow)

    • Efisiensi biaya produksi

    • Tingkat pengembalian modal

  4. Aspek Sumber Daya Manusia (SDM)

    • Kompetensi tenaga kerja

    • Produktivitas kerja

    • Kedisiplinan dan kreativitas

  5. Aspek Operasional

    • Ketersediaan bahan baku

    • Efisiensi produksi

    • Penggunaan teknologi

4. Metode Menilai Pengembangan Usaha

  1. Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats)

    • Untuk mengetahui posisi usaha saat ini.

  2. Analisis Laporan Keuangan

    • Menghitung laba, rugi, dan efisiensi modal.

  3. Survey Kepuasan Konsumen

    • Mengukur tingkat kepuasan dan loyalitas pelanggan.

  4. Benchmarking

    • Membandingkan usaha dengan kompetitor.

  5. Indikator Kinerja (Key Performance Indicators/KPI)

    • Penjualan, keuntungan, jumlah pelanggan, efisiensi produksi.

5. Langkah Menilai Pengembangan Usaha

  1. Mengidentifikasi tujuan pengembangan usaha.

  2. Mengumpulkan data (keuangan, pemasaran, SDM, produksi).

  3. Menganalisis data menggunakan metode penilaian.

  4. Membandingkan hasil dengan target yang ditetapkan.

  5. Menarik kesimpulan dan menentukan strategi perbaikan.

6. Contoh Kasus Sederhana

Sebuah usaha minuman kekinian “Fresh Drink” ingin menilai pengembangan usahanya setelah 1 tahun berjalan.

  • Produk: Menambah varian rasa → Penjualan naik 20%.

  • Pasar: Pemasaran lewat media sosial → Jumlah pelanggan bertambah.

  • Keuangan: Laba meningkat Rp5 juta → Rp7 juta.

  • SDM: Karyawan tetap 3 orang, produktivitas meningkat.

7. Evaluasi (Latihan Soal)

  1. Jelaskan tujuan menilai pengembangan usaha!

  2. Sebutkan 3 aspek penting yang harus dinilai dalam pengembangan usaha!

  3. Apa yang dimaksud dengan analisis SWOT dalam menilai usaha?

  4. Berikan contoh indikator keberhasilan usaha dari sisi keuangan!

  5. Mengapa survey kepuasan konsumen penting dalam pengembangan usaha?


SimbulSimbul komponen elektronika



Memahami Simbol-Simbol Gambar Elektronika


 I. PENGERTIAN SIMBOL ELEKTRONIKA

 

Simbol elektronika adalah gambar atau lambang standar yang digunakan untuk mewakili komponen elektronik dalam diagram atau skema rangkaian. Simbol ini digunakan agar teknisi, insinyur, dan pelajar dapat memahami cara kerja dan susunan suatu rangkaian elektronik tanpa harus melihat bentuk fisik komponennya.


II. SIMBOL-SIMBOL DASAR KOMPONEN ELEKTRONIKA

 

                                                                                                                                                             









Cara Menggunakan Multimeter / Multitester

 1. Pengertian Multimeter

Multimeter adalah alat ukur listrik yang digunakan untuk mengukur beberapa besaran listrik, antara lain:

  • Tegangan (Volt)

  • Arus (Ampere)

  • Hambatan (Ohm)

  • Beberapa multimeter juga dapat mengukur: transistor, dioda, kapasitansi, hingga frekuensi.

Multimeter ada dua jenis:

  1. Multimeter Analog → menggunakan jarum penunjuk skala.


  2. Multimeter Digital → menggunakan tampilan angka digital pada layar (LCD/LED).


2. Bagian-Bagian Multimeter

Multimeter Analog

  • Jarum penunjuk (pointer)

  • Skala ukur (Volt, Ampere, Ohm)

  • Tombol/knob pemilih fungsi

  • Terminal/probe (+ merah, – hitam)

  • Tombol Zero Adjust (untuk kalibrasi Ohm = 0)

Multimeter Digital

  • Layar digital (display)

  • Tombol/knob pemilih fungsi dan skala

  • Terminal/probe (+ merah, – hitam)

  • Beberapa tambahan tombol (Hold, Range, Mode)

3. Cara Menggunakan Multimeter

A. Mengukur Tegangan (DC/AC)

  1. Atur selector ke V (pilih DCV untuk arus searah, ACV untuk arus bolak-balik).

  2. Hubungkan probe: merah ke titik positif, hitam ke ground/negatif.

  3. Baca hasil pada jarum (analog) atau display (digital).

Catatan: Pilih skala tegangan lebih tinggi dari perkiraan nilai agar jarum tidak mentok (pada analog).

B. Mengukur Arus (DC/AC)

  1. Atur selector ke A (Ampere).

  2. Rangkaikan multimeter secara seri dengan beban dan sumber listrik.

  3. Hubungkan probe sesuai polaritas.

  4. Baca hasil pengukuran.

 Catatan: Jangan salah sambung paralel karena bisa merusak alat.

C. Mengukur Hambatan (Ohm)

  1. Atur selector ke Ω (Ohm).

  2. Tempelkan kedua probe pada kedua ujung resistor/komponen.

  3. Baca hasil pengukuran.

 Pada analog: lakukan Zero Adjust dengan menyatukan probe merah & hitam lalu putar tombol kalibrasi agar jarum tepat di angka “0 Ω”.

D. Menguji Dioda / Kontinuitas

  1. Pilih mode Dioda atau Buzzer/Kontinuitas (pada digital).

  2. Tempelkan probe pada kedua kaki dioda/komponen.

    • Jika dioda bagus → mengalir hanya searah.

    • Jika rusak → mengalir dua arah atau tidak sama sekali.

  3. Untuk kontinuitas → buzzer akan berbunyi jika ada hubungan (short/tersambung).

4. Perbedaan Pemakaian Multimeter Analog dan Digital


5. Tips Keselamatan

  • Jangan mengukur tegangan/arus melebihi batas multimeter.

  • Jangan memegang bagian logam probe saat mengukur.

  • Pastikan posisi selector benar sebelum digunakan.

  • Setelah selesai, kembalikan knob ke posisi OFF atau VDC tertinggi.

Kesimpulan:
Multimeter, baik analog maupun digital, adalah alat ukur serbaguna yang penting dalam elektronika. Kunci utamanya adalah memahami fungsi selector, cara membaca hasil pengukuran, serta menjaga keselamatan saat digunakan.

Datasheet IC LM386 – Low Voltage Audio Power Amplifier

1. Deskripsi Umum

LM386 adalah IC audio amplifier daya rendah yang dirancang untuk aplikasi tegangan rendah. IC ini mampu memperkuat sinyal audio dari sumber seperti mikrofon, radio, gitar, atau perangkat audio lainnya untuk menggerakkan speaker kecil.
Kelebihannya adalah tidak memerlukan banyak komponen eksternal, hemat daya, dan bekerja dengan supply rendah.

2. Fitur Utama

  • Tegangan suplai: 4V – 12V atau 5V – 18V (tergantung versi)

  • Output power:

    • 325 mW @ Vs = 6V, RL = 8Ω

    • 700 mW @ Vs = 9V, RL = 8Ω

    • 1W @ Vs = 12V, RL = 8Ω

  • Gain (penguatan) default: 20x (dapat dinaikkan hingga 200x dengan kapasitor eksternal)

  • Input bias current rendah: ~250 nA

  • Proteksi internal: Thermal shutdown

  • Konsumsi daya rendah, cocok untuk baterai

3. Pinout (DIP-8 Package)

       LM386 (DIP-8)
    ┌───────────────┐
 1 -| GAIN (C1)                        |- 8 GAIN (C2)
 2 -| -IN (Input-)                       |- 7 BYPASS
 3 -| +IN (Input+)                     |- 6 VCC (+V)
 4 -| GND                                  |- 5 Vout (Output)
    └───────────────┘

Keterangan Pin:

  1. Gain (Capacitor pin 1) → untuk setting gain

  2. Inverting input (–)

  3. Non-inverting input (+)

  4. Ground (GND)

  5. Output audio

  6. VCC (Tegangan supply)

  7. Bypass (filtering)

  8. Gain (Capacitor pin 2)

Parameter     Nilai Typical     Satuan
Tegangan Supply (Vcc)     4 – 12 / 5 – 18     Volt
Input Resistance     50     
Input Voltage Range     0 – Vcc – 1.5     Volt
Gain (default)     20     V/V
Gain (maksimal)     200     V/V
Output Power (6V, 8Ω)     325     mW
Distorsi THD     0.2 – 1     %
Bandwidth     300 kHz     Hz
Quiescent Current     4     mA
Distorsi THD                    0.2 – 1                %
Bandwidth                        300 kHz              Hz
Quiescent Current            4                           mA

5. Aplikasi Umum

  • Radio portable

  • Mini amplifier speaker

  • Interkom

  • Penguat sinyal gitar/mikrofon

  • Pemutar musik sederhana (MP3/Walkman)

6. Contoh Rangkaian Aplikasi (Gain 20x – Default)

   +Vcc
     │
     │
    ┌─────┐
IN─▶│  3  │
GND─▶│  2  │
     │ LM386│───▶ Speaker
     │     │
GND─▶│  4  │
     └─────┘

(Biasanya ditambahkan kapasitor dan resistor eksternal untuk kualitas audio lebih baik)

7. Paket yang Tersedia

  • DIP-8

  • SOIC-8 (Surface Mount)

LKPD PKK

  PROSEDUR PEMBUATAN CELENGAN SEDERHANA A. Tujuan Membuat celengan sederhana sebagai tempat menyimpan uang dari bahan bekas atau bahan y...